Jumat, 18 Februari 2011

Asal Mula Reaksi Anti-Gelombang Korea!

Girl Group Korea menggunakan konten seksual untuk mengambil jalan mereka dan pemerintah Korea telah menginvestasikan lebih dari 1 trilyun Yen (USD 11.9Milyar) untuk mendukung gelombang Korea, setidaknya hal ini adalah berdasarkan sebuah komik di Jepang.

Komik ini tidak berdasarkan fakta, tapi sisi kecil dari yang bereaksi melawan gelombang Korea, atau hallyu yang baru-baru ini dipimpin oleh SNSD dan KARA.
Karena Korea sudah mulai menyebrang ke seluruh Asia, sentiment Anti – Gelombang Korea telah muncul di beberapa Negara dalam beberapa tahun ini.
Di Jepang, beberapa komik yang disebut “Anti- Korean Wave” menggambarkan keseksian girl group dan telah terjual ribuan kopi.
Di Taiwan, foto-foto Super junior yang berbau ‘bugil’ dapat ditemukan di beberapa website Taiwan. Salah satu media China memposting artikel dengan judul yang mengartikan bahwa member SNSD muncul dalam pornografi.
Song Won Seop, direktur JoongAng Entertainment dan Sports mengatakan alasan dibalik reaksi ini adalah ketidaktertarikan Korea terhadap media asing.
“Industri Korea sangat berhasrat menjual konten mereka, tapi cenderung menolak konten luar negeri,” kata Song .” Hal ini memprovokasi rasa diskonten di negara lain.”
“Khususnya, orang-orang China merasa bahwa orang Korea kurang menghargai budaya China,” Kata Song menambahkan. “Sedikit mirip, Jepang marah pada Hallyu karena budaya Korea pernah mengikuti trend Jepang.”
Untuk beberapa Negara, ini adalah gabungan antara politik dan psikologi.
“Dalam kasus di Taiwan, orang antipati terhadap Korea karena Sejarah mereka. Korea dulu merupakan sekutu Taiwan dalam hal ekonomi dan politik, tapi berubah alliance kepada China. Taiwan merasa dikhianati oleh mereka.” Kata Song.
Sentimen anti –gelombang Korea di Jepang berakar dari sisi politik, kata Song.
“Banyak orang konservatif di Jepang yang merasa bahwa Korea masih merupakan Negara yang kurang maju karena dulunya adalah kolonial Jepang. Dari pandangan mereka, Korea menantang Jepang secara politik dan ekonomi .”
Beberapa memperkirakan sentiment anti Jepang di Korea yang menyulut adanya reaksi melawan gelombang Korea.
Walaupun penyebabnya begitu kompleks, Song memperkirakan adanya jalan untuk mengurangi ketegangan “Cara yang paling baik untuk mengatasinya adalah mencoba mempertimbangkan dengan serius bagaiamana pandangan orang asing terhadap Korea dan tertarik kepada kebudayaan mereka juga.”

Artikel ini ditulis dengan bantuan reporter JoongAng Daily Seo Ji Eun.
Ditulis oleh: Nam Soo-hyoun, Lee Soo-jeong [estyle@joongang.co.kr]
Indo Trans : StalkingHero@hallyucafe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar