Sabtu, 12 Februari 2011

Wartawan Korea Mengkritik SM Entertainment karena Perlakuannya terhadap Artis-artisnya!

Seorang wartawan majalah mingguan “In Curret Affairs” dengan ID Twitter dogsul memposting sudut pandangnya yang sejujurnya mengenai industri hiburan Korea. Karena suratkabar (ehem… gw agak bingung, di atas disebutkan majalah tapi sekarang koran. Sudahlah, yang jelas sama2 media cetak) ini dianggap serius dan dapat dipercaya, tweet yang diposting si wartawan dinilai relevan.

Dogsul bicara soal hak artis hingga orang-orang yang memiliki pengaruh dalam dunia hiburan. Simak apa yang ditulisnya:
Saat kalian melihat dunia hiburan lebih dekat, tempat itu juga tempat untuk berpolitik. Membandingkan antara perusahaan entertainment vs stasiun televisi, membandingkan kekuatan antar perusahaan, membandingkan kekuatan antar perusahaan dan selebriti yang bekerja di dalamnya, membandingkan kekuatan di antara selebriti sendiri… Aku akan menginvestigasi dunia hiburan lewat sudut pandang politik.
Kepemimpinan Presiden SM Lee Soo Man merupakan model kepemimpinan “paternalistik”. Memimpin keluarga yang begitu besar, kecemasan terbesarnya adalah kepergian artis-artisnya. Mengenai masalah ini, metode yang digunakan adalah metode: “Jika kau meninggalkan SM, kau mendapatkan Siberia!”***
Dia menunjukkan bahwa seorang ayah itu bagaikan kepemimpinan, Presiden Lee Soo Man dingin terhadap artis yang meninggalkan rumahnya namun hangat kepada artis yang tetap bersamanya. Dia masih melakukan hal seperti mempekerjakan lagi member berbeda sebagai pelatih vokal dan pelatih menari. Jadi inilah strategi panas dingin yang digunakan(T/N: panas dingin adalah sebutan jika kita menyambut seseorang namun dengan mudah berpaling)
Dalam permainan persaingan antara perusahaan entertainment, ada satu aturan absolut yang tidak akan mereka rusak. Aturannya adalah “di antara perusahaan entertainment besar, mereka tidaka akan mengambil artis yang meninggalkan perusahaan lama”. Namun artis yang sekarang ada di luar pagar perusahaan sekarang bisa berlaku apapun untuk menguntungkan diri sendiri. Ada juga jenis trik seperti ini.
Dunia hiburan seperti politik, bisa diilustrasikan dengan meneliti perilaku pengacara dari selebriti profesional. Pengacara yang bekerja di bidang ini jarang pergi ke pengadilan mengenai tuntutan hukum melawan perusahaan entertainment. Hal yang lucu adalah orang dari perusahaan tersebut adalah orang yang menyatakan pertama kali bahwa mereka melindungi hak artis. Seolah-olah dialah legislator yang melakukan yang lebih baik untuk masyarakat.
Kepemimpinan paternal presiden SM Lee Soo Man mencapai Jepang juga karena kemitraan dengan Avex. Namun kurasa itu adalah sejauh apa pencapaian yang sudah diraih. Selebriti yang meninggalkan perusahaan tak bisa dianggap sebagai pengkhianat karena semuanya karena kontrak tak adil mengenai hak artis.

Source: dogsul@Twitter
Eng trans: sharingyoochun.net
Indo trans: Alois ★ あずゆ@hallyucafe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar