Senin, 06 Desember 2010

Korea Utara Cela Latihan Militer Korea Selatan


SEOUL – Korea Utara mencela rencana latihan militer yang akan dilakukan oleh Korea Selatan bersama Amerika Serikat. Pasalnya, dalam latihan militer terakhir berujung pada konflik dan memicu Korea Utara melakukan serangan berdarah ke Pulau Yeonpyeong milik Korsel.

Kantor berita Korut KCNA menyebut rencana latihan Korsel sebagai upaya untuk memicu perang. Latihan Korsel itu direncanakan akan berlangsung di lepas pantai kawasan semenanjung dari Senin sampai dengan Jumat. Seoul mengabarkan pihak militer Korsel telah mempersiapkan 29 tempat untuk melakukan latihan, termasuk satu dari lima pulau di daerah perbatasan.
“Tindakan provokatif musuh yang gila-gilaan telah membuat kondisi (stabilitas) di semenanjung Korea menjadi tidak terkontrol. Tidak seorangpun yang bisa menduga situasi apa yang akan berkembang selanjutnya (di semenanjung),” sebut KCNA seperti dilansir AFP (5/12/2010).
Korsel telah mempersiapkan serangkaian latihan militer, termasuk latihan bersama dengan pasukan Amerika Serikat yang berlangsung selama empat hari. Latihan tersebut berlangsung di tengah tingginya tensi antara dua Korea menyusul serangan berdarah Korut ke Pulau Yeonpyeong milik Korsel.
Dalam serangan tersebut, dua marinir dan dua warga sipil Korsel menjadi korban. Serangan terhadap warga sipil itu adalah yang pertama sejak Perang Korea mengalami gencatan senjata pada 1953. Serangan itu juga telah menghancurkan puluhan rumah dan membakar kawasan hutan di pulau.
Pihak Korut menyalahkan Korsel yang mereka anggap telah melakukan tindak provokasi lebih dulu. KCNA mengatakan negara komunis ini sekarang mencoba untuk tetap tenang dan menahan diri di tengah aktivitas militer yang dilakukan Korsel. Namun mereka juga memperingatkan kemungkinan terjadinya perang besar-besaran di antara kedua Korea yang akan berdampak buruk bagi stabilitas di seluruh kawasan semenanjung.(fmh)

via:okezone

Tidak ada komentar:

Posting Komentar